Jumat, 18 April 2014

Karena kita tidak bisa memilih takdir

" “Tuhan memang satu, kita yang tak sama”. Kalimat sederhana itu kedengarannya manis, tapi sesungguhnya menyimpan banyak cerita dari banyak manusia yang harus menerima kenyataan miris  “mengapa harus keyakinan memisah cinta kita?”. " begitulah kalimat yang pernah aku baca disalah satu akun twitter orang. heuuheuu:3

Cinta memang tak pernah salah. Cinta juga bisa tumbuh kapan saja, di mana saja. Ia pun sering datang tanpa lebih dulu ketuk pintu hingga tiba-tiba saja mereka yang kejatuhan cinta seketika bahagia dan lupa. Lupa bahwa ada keadaan dan batas yang seringkali membuat cinta menjadi salah, bisa salah waktu, bisa juga salah keadaan. Cinta beda agama mungkin sebuah “cinta salah keadaan".

Aku merasa menemukan bahagia yang baru bersamanya, meski aku tahu ada tembok nyata di antara kita. Tembok itu adalah keyakinan. Tembok bukan sesuatu yang bisa diabaikan begitu saja oleh sebuah janji.
Aku harus bisa mengerti bahwa ujung cerita cinta bisa jadi tak seindah dengan banyaknya hal manis yang terjadi ketika cinta itu tumbuh dan dijalani. tentu aku tidak bisa begitu saja melarikan diri dari tantangan ini

Iya, beda agama itu yang membuat miris. Di saat hati sudah menyatu, ternyata kepercayaan kita yang berbeda. - Juliana Karo-karo

Cinta membuat kita kalap mata, buta terhadap risiko, nekat menerobos rambu-rambu dan ya begitu yang akhirnya terjebak pada situasi rumit yang sebenarnya bisa dihindari sejak awal. Kita terjebak pada dilema yang kita ciptakan sendiri. Ketika sudah masuk pada ‘pertemuan-pertemuan berikutnya’, pilihan jatuh cinta adalah pilihan dengan kesadaran. Kita tahu artinya. Termasuk jalan terjal yang mungkin akan ditempuh. Kita sadar risikonya.

Sayangnya, tidak setiap dari kita bisa memilih takdir yang kita suka…

x

Kamis, 03 April 2014

Takut jika ketakutan ku menjadi benar

Hampir enam bulan sudah ku lalui hari-hari ku dengan dia. Penuh canda tawa tangis. Rasa sayang kami semakin besar sejalan dengan perbedaan yang semakin nampak ku rasakan. Dia yang selalu sabar ajarkan aku untuk tidak mengeluh dikala dalam keadaan hancur sekalipun. dia yang selalu yakinkan aku bahwa perbedaan itu indah. Tapi, justru keindahan itulah menyakitkan:(

Aku takut jika suatu saat nanti harus benar-benar menerima kenyataan bahwa dia bukan lagi orang yang selalu ada buat aku seperti sekarang ini.
Aku takut jika ketakutanku menjadi benar adanya:'(

"semakin ku menyayangimu semakin ku harus, melepas mu dari hidup ku....." yaaa, itu syair lagu yang mampu menggambarkan kondisi kami saat ini. Semakin kami berjuang untuk mempertahankan yang menurut kami itu pantas untuk diperjuangkan, walaupun bagi orang lain tak pantas.

Memang benar cinta itu membutakan segalanya. Kami enggan untuk berhenti sampai disini, tapi berat untuk kami bertahan. Jika memang ini yang terbaik, mudahkanlah dan bukakan hatinya Ya Rabb beri kami keajaiban, selalu aku berdoa seperti itu disetiap sholat ku. Aku pikir, dia juga pasti berdoa tentang hal yang sama, walaupun cara kami berbeda.

Kadang aku merasa sudah tak sanggup lagi untuk bertahan, aku sudah lelah untuk berjuang. Dan aku meminta untuk mengakhiri hubungan kami sampai sini. Tapi, berbagai cara dia lakukan untuk memohon dan membujuk ku untuk kembali berjuang.
"yang bisa misahin kita cuma Tuhan" setiap dengar atau sekedar ingat kata-kata itu, tak kuasa aku menahan air mata ini. Entah apa yang aku lakukan, entah apa yang dia lakukan hingga mampu membuatku terbius.

What should I do?:(

Jumat, 07 Februari 2014

Cinta beda, setipis agama kita

Hubungan kita memang indah,manis dan romantis. tak sedikit orang yang merasa iri dengan kedekatan kita. Kita tau, kita berbeda keyakinan. Ya, kita saling bertahan meskipun kita berbeda cara memanggil Tuhan.

Segalanya terasa manis, walaupun juga terasa asing. Rasa nyaman itu berangsur berubah menjadi rasa takut kehilangan. Tasbih berada dalam genggaman ku, sedangkan salip dalam genggaman mu, dengan air mata kita saling mendoakan.
Entah kenapa semakin hari semakin kamu membiusku untuk tetap bertahan. Sekalipun caci makian sering menggores pikiran dan hati ku. Tapi kamu selalu meyakin kan ku.

"selagi kita masih saling support, kita enggak jatuhin keyakinan kita, apa yang salah? Kita harus berjuang dulu, harus kuat dulu. Tuhan bakalan ngasih jalan yang terbaik, apalagi dengan kita berjuang, tandanya kita bersungguh-sungguh."

setiap kali aku sedih, kepikiran beda keyakinan. Setiap kali itu pula, aku mendengar kata-kata yang sama. Bukannya buat semakin semangat, justru buat semakin pilu.

bingung harus jawab gimana. Bingung harus ngelakuin apa. Bingung harus ngehadepinnya gimana. Belum lagi banyak caci maki dari teman-teman. Membuat ku semakin bingung. Bingung untuk tetap kuat apa berhenti sampai sini.

apaun kejadiaannya aku akan berusaha jaga hubungan kita, sekalipun harus beda keyakinan. Aku enggak bakal macem-macem, bohong, dsb. Tinggal kamu nya aja gimana. Kamu jangan khawatir, aku bakalan tetep sayang kamu.

pertemuan singkat kita

Mengenalmu suatu kebahagiaan tersendiri dalam hidup ku. Seseorang yang selama ini tak pernah ku bayangkan akan merasuk ke dalam hati ku, hingga begitu dalam. Sungguh dentuman keras ku rasakan di dalam dada ketika melihat pesan mu. Entah kamu.

Bait-bait kalimat mu, membisikkan alunan cinta. Tak ada kabar mu membuat ku gelisah. Melihatmu dengan wanita lain, seakan aku ingin melarangnya. Apa ini namanya cinta? kamu berhasil membiusku. Ya, kamu berhasil menanamkan benih cinta dihatiku. Atau kah hanya aku yang salah mengartikan perhatian mu, atau mungkin kamu hanya menitipkan kepalsuan yang terselubung.

Aku takut jika kamu memperlakukan semua wanita sama dengan kamu memperlakukan ku sekarang. Kamu yang selalu bisa support aku. Membagi semangat mu. Selalu tersenyum meskipun dalam amarah mu.
Indah memang, cinta mengubah segala yang abu-abu menjadi warna-warni. Tumpukan kebahagiaan semakin sempurna saat kita semakin dekat.